Terima Kasih, Jafri Sastra

Manajemen PSIS Semarang mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Jafri Sastra sebagai pelatih kepala selama 12 pertandingan. Kontrak pelatih asal Padang tersebut resmi tidak diperpanjang setelah mengalami tiga kali kekalaha kandang secara berturut.

Kekalahan pertama, saat menghadapi Persib Bandung. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 0-1 untuk PSIS Semarang. Disusul kemudian saat menghadapi Tira-Persikabo dengan hasil akhir 0-2.

Terakhir, PSIS juga harus menelan kekalahan 1-3 dari Persipura Jayapura pada pertandingan sebelumnya.

Selain hasil buruk tersebut, pada partai perdana PSIS saat berhadapan dengan Kalteng Putra, Laskar Mahesa Jenar juga terpaksa tunduk dengan skor 1-2.

Pemberhentian Jafri Sastra disampaikan oleh Komisaris PT Mahesa Jenar Semarang, Kairul Anwar.

“Kita ada di posisi yang sangat sulit, beberapa pertandingan home kita menelan kekalahan. Karena itu, dari manajemen melakukan evaluasi, baik kepada pelatih dan pemain. Untuk pelatih, kita sudah memanggil coach Jafri Sastra tadi pagi dan dari manajemen memutuskan untuk memberhentikan beliau sebagai pelatih kepala PSIS Semarang,” ucap Kairul Anwar, Kamis (8/8/2019).

Manajemen juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Jafri Sastra atas perannya pada musim lalu sehingga PSIS tetap bisa berlaga di Liga 1 2019.

“Kami juga sampaikan terima kasih kepada beliau karena atas perjuangan beliau, kita di musim kemarin bisa bertahan di Liga 1,” ujar Kairul.

Pertimbangan pemberhentian Jafri Sastra salah satunya juga dengan melihat aksi suporter. Namun, keputusan tersebut tidak hanya dilihat dari aksi suporter saja, tetapi evaluasi secara keseluruhan.

Untuk ke depannya, PSIS akan ditangani oleh caretaker sembari mencari pelatih yang sesuai dengan gaya bermain Laskar Mahesa Jenar. Manajemen tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan.

“Untuk caretaker menangani sementara sambil kita mencari pelatih yang sesuai dengan gaya bermain PSIS. Kalau siapa nanti pelatih kepalanya, kita belum bisa sampaikan kepada rekan-rekan. Tetapi, yang pasti ada. Kita tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan,” tuturnya.

Evaluasi tersebut juga berdasarkan pertimbangan belum tercapainya target pada komitmen awal. Manajemen menargetkan untuk menyapu bersih laga kandang pada musim ini.

“Kita di awal komitmen, menargetkan untuk sapu bersih laga kandang, kalau memang ada lawan yang berat, paling tidak kita bisa imbang. Tapi ternyata targetnya meleset. Tidak ada yang salah dengan Jafri, cuma karena target meleset, kita dari manajemen tentu ambil tindakan,” tambahnya.

Melesetnya target tersebut juga disampaikan oleh Direktur Teknik, Setyo Agung Nugroho.

“Target kita meleset. Tujuh kali home, hanya bisa menang dua kali, satu kali draw dan empat kali kalah. Dari hasil tersebut, kami mengambil tindakan. Mudah-mudahan, ke depannya kita bisa lebih baik,” kata Agung.

Share Now

Related Post

Leave us a reply